Sabtu, 23 Juli 2016

Spirit, Menjadi Bali - Bali Spirit I Wayan Westa (2) Keheningan dan Kesunyian Maha Rahasia Itu


Edited Edisi Hal 178

Para empu, yogin, pendeta besar, pengarang produktif sekaliber Ida Pedanda Made Sideman,
boleh jadi dituntun keheningan intuitif tersebut, sehingga sang pengarang menjadikan keheningan sebagai pemantik kreatif paling sublim. Tjokot, pematung kreatif yang eksentrik atau Gusti Nyoman Lempad, pelukis dengan garis tangan original dipastikan mendarat di daratan yang sama, (Photografer Handal Briliyan Gus Santi Utama, jelas menemukan sudut pandang kameranya, pada kelembaban suhu dan warna keheningan lensa nuansa alam dan jiwa jeli nyala hening cerdas gerak kaca mata "mata" dan kameranya).

Para penyair, novelis, pelukis, pematung, filosof, ilmuwan, fisikawan kelas dunia dan (kawan saintifikasi jamu ketemu borobudur) dipastikan di letupkan energi halus supra lembut bernama derajat keheningan.

Boleh jadi, Gabriel Garcia Marquez, peraih nobel kesusastraan kelahiran Aracataca, Kolombia, pengarang novel One Hundred Year of Solutide *Seratus Tahun Kesunyian), dipicu energi kesunyian maha dahsyat.



(Boleh jadi Saudara Guntur Bisowarno, dihampiri keheningan kosmik dan teknologi keheningan semesta candi borobudur, saat memasuki dan merasuki penemuannya, pada kartu Hasta Borobudur IX, 21 Juni 2012. Baca Sang Bathin Limas Bamboo Borobudur)

Dipastikan Empu Kamalanatha, penulis kakawin Dharma Surya, merasakan langsung betapa indahnya kesunyian mahapenuh, sehingga sang empu senantiasa rindu menyatu dengan kesunyian maha rahasia itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar